parlementaria
REGIONAL

Bandara Husein Sastranegara Akan Tambah Rute Lagi,Bandung–Bali?

Redaksi

Rabu, 24 Desember 2025 | 22:52 WIB

Bandara Husein Sastranegara Akan Tambah Rute Lagi,Bandung–Bali?
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandara Husein Sastranegara Foto:Tangkapan Layar-RI

BANDUNG,(RI)– Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah memperjuangkan pembukaan kembali rute baru di Bandara Husein Sastranegara, setelah penerbangan ke Solo (Bandara Adi Sumarmo) dan Semarang (Bandara Ahmad Yani) resmi dibuka jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).


Penambahan rute-rute baru di Bandara Husein Sastranegara secara bertahap merupakan upaya meningkatkan konektivitas transportasi udara guna mendukung mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.


Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, saat ini pihaknya tengah memperjuangkan Bandara Husein Sastranegara dapat membuka layanan penerbangan rute Bandung – Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulonprogo. Nantinya, ucap Farhan, rute baru Bandara Husein Sastranegara Bandung – YIA Yogyakarta jika terealisasi akan dilayani menggunakan pesawat jenis ATR atau baling-baling.


“Mudah-mudahan penerbangan Bandung – Yogyakarta International Airport di Kulonprogo yang sedang kita perjuangkan. Namun harus menggunakan pesawat ATR, tidak boleh pesawat jet,” ujar Farhan di Bandung, Senin 22 Desember 2025.


Selain rute Bandung – Yogyakarta pp, Farhan berharap penambahan jadwal penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara menuju Solo dan Semarang, Jawa Tengah, yang kini dilayani maskapai Wings Air dapat semakin meningkatkan mobilitas masyarakat.


“Kita harapkan dengan adanya penambahan penerbangan dari Husein ke Solo dan Semarang, konektivitas dan mobilitas meningkat, sehingga perdagangan, pendidikan, dan wisata juga ikut naik,” katanya. Ia lalu mencontohkan, melalui Bandara Husein, penumpang termasuk wisatawan dan pelaku usaha akan mendapatkan kemudahan mobilitas ke destinasi di luar Jawa melalui sistem transit, antara lain ke Denpasar, Bali (Bandara I Gusti Ngurah Rai).


“Misalnya untuk ke Surabaya, bisa transit dulu di Solo sebentar lalu lanjut ke Surabaya. Begitu juga yang mau ke Denpasar bisa transit di Semarang, satu setengah jam kemudian sudah langsung berangkat,” ungkap dia. Di sisi lain, Farhan menegaskan Pemkot Bandung mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai bandara utama di Jawa Barat.


“Kami bersama-sama mengupayakan agar Bandara Kertajati menjadi bandara utama di Jawa Barat. Instruksi Presiden sudah jelas, bandara utama harus dioptimalkan terlebih dahulu, baru bandara kedua bisa beroperasi penuh,” ucapnya.


Menurut dia, pengembangan sektor penerbangan berlandaskan pada dua prinsip utama, yakni konektivitas dan mobilitas. Apabila kedua aspek tersebut berjalan optimal, maka akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “Prinsipnya ada dua, pertama konektivitas dan kedua mobilitas. Jika keduanya tercapai, insyaa Allah akan memancing kegiatan ekonomi, baik perdagangan, pendidikan, maupun pariwisata,” papar Farhan.***

sumber:prfm.news


Bagikan Berita Ini