parlementaria
Jendela Pendidikan

SMP PCI Baleendah Bangun Jejaring Internasional Bersama Sekolah Indonesia Singapura

EPI SAEPULOH

EPI SAEPULOH

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:46 WIB

SMP PCI Baleendah Bangun Jejaring Internasional Bersama Sekolah Indonesia Singapura

Kab. Bandung, (RI) β€” Siswa-siswi SMP Prima Cendekia Islami (SMP PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, menjalin kerja sama internasional dengan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) sekaligus membangun pertemanan lintas negara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Siswa-siswi kelas IX SMP Prima Cendekia Islami mengikuti agenda akademik tahunan Rihlah Ilmiah ke Singapura dan Malaysia selama lima hari. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan global, memperkuat pengalaman belajar, serta mempererat hubungan antarpelajar di luar negeri. Selama berada di Singapura, agenda utama adalah kunjungan edukatif ke Sekolah Indonesia Singapura yang diselingi dengan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata edukatif.

Momen menarik dan langka terjadi saat kunjungan ke Sekolah Indonesia Singapura. Para siswa SMP PCI bergabung bersama siswa SIS dan mendapatkan wejangan serta motivasi secara daring dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Atip menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rihlah ilmiah SMP PCI ke Sekolah Indonesia Singapura.

Prof. Atip yang merupakan doktor lulusan Monash University, Australia, memberikan inspirasi kepada seluruh siswa agar terus mengejar prestasi dan mengembangkan potensi diri di era global. Ia juga berpesan kepada siswa Indonesia yang bersekolah di luar negeri agar mampu meningkatkan prestasi dengan bekal wawasan global yang dimiliki.

Khusus kepada siswa SMP PCI, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah berharap kunjungan ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik baru, tetapi juga membuka ruang untuk membangun jejaring kebersamaan serta pemahaman lintas budaya dalam lingkungan pendidikan internasional.

Usai sesi motivasi, siswa-siswi SMP Prima Cendekia Islami berbaur dengan siswa Sekolah Indonesia Singapura dalam berbagai aktivitas bersama. Kegiatan interaktif tersebut diisi dengan permainan edukatif dan diskusi kelompok yang mendorong kolaborasi serta mempererat pertemanan antarpelajar dari kedua sekolah.

β€œIni benar-benar kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga bagi putra-putri kami. Semoga menjadi motivasi untuk melanjutkan studi ke luar negeri,” ungkap salah satu orang tua siswa SMP Prima Cendekia Islami.

Dalam perspektif penguatan kelembagaan, momentum kunjungan ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMP Prima Cendekia Islami dan Sekolah Indonesia Singapura. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Beny Saputro, M.Pd., selaku Kepala SMP Prima Cendekia Islami, dan Semuel Kuriake Balubun, S.Pd., selaku Kepala Sekolah Indonesia Singapura. Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kedua institusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kegiatan kolaboratif di masa mendatang.

Kepala Sekolah Indonesia Singapura menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi sekolah di Indonesia dan Singapura untuk saling berbagi informasi, pengalaman, serta praktik pendidikan. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang.

Ke depan, kolaborasi kedua sekolah ini membuka peluang kerja sama lanjutan, seperti pertukaran pelajar, tenaga pendidik, maupun tenaga kependidikan untuk saling menimba ilmu.

Sementara itu, Pembina Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, Ibu Siti Komariah, Ph.D., yang turut mendampingi kunjungan, berharap kegiatan ini mampu membekali siswa dengan pengalaman akademik dan sosial yang lebih luas, serta meningkatkan keterbukaan dalam membangun jejaring dan pemahaman antarbudaya di lingkungan pendidikan internasional.

Interaksi antara siswa dari Bandung dan Singapura menunjukkan pola hubungan yang saling melengkapi, hangat, kolektif, dan berlandaskan norma sosial. Keduanya memiliki keunggulan yang dapat saling menguatkan, khususnya dalam konteks pendidikan global. Siswa Indonesia yang bersekolah di Singapura memiliki karakter khas karena berada di persimpangan budaya Indonesia, sistem pendidikan Indonesia di luar negeri, serta lingkungan multikultural internasional. Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, ungkap sosiolog dari Universitas Pendidikan Indonesia itu.

Bagikan Berita Ini