parlementaria
Jendela Pendidikan

Pelajar SMK Unjuk Karya dalam Gemuruh Budaya Nusantara

EPI SAEPULOH

EPI SAEPULOH

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:07 WIB

Pelajar SMK Unjuk Karya dalam Gemuruh Budaya Nusantara
Foto Tangkapan Layar-RI

Bogor,(RI)- Budaya adalah roh dari sebuah peradaban. Sehingga, menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab kolektif untuk memastikan kekayaan nilai dan tradisi leluhur tetap hidup sebagai warisan bagi generasi mendatang. 


Di tengah gempuran globalisasi yang kian masif, ketahanan budaya menjadi benteng terakhir yang menjaga orisinalitas jati diri kita sebagai bangsa yang beradab. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga adat menjadi kunci utama untuk merawat warisan ini agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan energi yang terus menghidupi nafas pembangunan nasional.


Kabupaten Bogor kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda melalui kegiatan Gemuruh Budaya Nusantara bertema “Cinta Budaya, Cinta Bangsa: Suara Pelajar SMK untuk Indonesia.”


Kegiatan ini menjadi ajang ekspresi pelajar untuk menampilkan kreativitas, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan melalui seni dan budaya Nusantara. 


Lahir dari tangan dingin Delta Team, sebuah komunitas kolaboratif SMK di bawah bimbingan Dina Martha Tiraswati (Pengawas SMK KCD Wilayah I Jawa Barat), acara ini hadir sebagai ruang temu kreatif antar-sekolah di Kabupaten Bogor. 


Melalui perhelatan Gemuruh Budaya Nusantara, terpancar semangat tulus para pelajar untuk memeluk erat tradisi Indonesia di tengah riuhnya arus modernisasi. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini adalah cara mereka membuktikan bahwa di pundak generasi muda, kebanggaan akan identitas bangsa tetap tegak berdiri.


Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026 bertempat di Boash Convention Center, Kabupaten Bogor, dengan jumlah peserta sekitar 700 siswa yang berasal dari 35 SMK se-Kabupaten Bogor dan SMK Jakarta Barat 1-DKI Jakarta.


Momentum ini menjadi sarana silaturahmi, kolaborasi, dan penguatan solidaritas antar-SMK, sekaligus membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kreatif, produktif, dan berdaya saing. 


Panggung acara pun menjadi hidup oleh warna-warni ekspresi para pelajar lewat harmoni musik tradisional, gemulai tarian daerah hingga pesan mendalam dalam drama dan paduan suara. Bukan sekadar tampil, melainkan sedang merayakan kekayaan jiwa Nusantara yang mengalir dalam diri mereka.


Melalui kegiatan ini, pelajar SMK diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi tenaga kerja yang unggul dalam keterampilan vokasi, tetapi juga bertransformasi menjadi generasi berkarakter. Pribadi yang memeluk erat identitas budaya, memiliki nasionalisme yang teguh, dan kepekaan sosial yang tulus untuk membawa perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat. 


Di tengah derasnya arus digitalisasi, budaya bangsa menghadapi tantangan besar berupa pergeseran nilai, gaya hidup instan, serta menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal. 


Oleh karena itu, pelajar memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga budaya Indonesia agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, relevan, dan terus berkembang di masa kini. Melalui kreativitas, karya, dan kolaborasi, pelajar dapat menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada lingkungan sekitar, bahkan hingga tingkat nasional dan global. 


Lebih dari sekadar pertunjukan seni, kegiatan Gemuruh Budaya Nusantara juga menjadi bagian dari pendidikan karakter berbasis nilai-nilai budaya. Di dalam budaya terkandung nilai luhur, seperti gotong royong, disiplin, rasa hormat, tanggung jawab, toleransi, serta kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.


Ketika pelajar mempelajari dan menampilkan budaya daerah, mereka sesungguhnya sedang membangun karakter positif yang akan menjadi bekal penting dalam kehidupan sosial, dunia kerja, maupun kontribusi nyata bagi masyarakat. 


Sejalan dengan semangat kegiatan ini, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menegaskan bahwa menjaga budaya bukan hanya melestarikan tradisi, melainkan menjaga arah dan ketahanan bangsa di masa depan. Ia pun menekankan, budaya adalah fondasi penting bagi identitas nasional dan harus dirawat secara kolektif, terutama oleh generasi muda.


“Budaya adalah jati diri bangsa. Jika budaya dijaga dan dilestarikan maka bangsa ini akan tetap kuat, berkarakter, dan memiliki arah peradaban. Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian budaya Indonesia,” pesannya.


Kegiatan ini dihadiri pula oleh anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Pengurus Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam MUI Pusat yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan RI, H. Ricky Kurniawan, Lc., Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor mewakili Bupati Bogor, Ir. Budi Santosa, Kasubag TU mewakili Kepala KCD Wilayah I Jawa Barat, Dr. Adi Maulana, para pengawas SMK, dan tamu undangan lainnya.


Selain melibatkan sekolah, kegiatan ini pun menghadirkan tamu undangan dari berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan. Panitia juga membuka peluang kemitraan dan sponsorship sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam pelestarian budaya. 


Harapannya, Gemuruh Budaya Nusantara dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia dengan cara yang kreatif dan membanggakan. Pelajar diharapkan tidak hanya mampu mengagumi budaya, tetapi juga aktif merawatnya melalui kegiatan sekolah, komunitas, dan ruang publik.


Dengan semangat “Cinta Budaya, Cinta Bangsa,” generasi muda akan menjadi penerus yang tidak tercerabut dari akar jati diri Nusantara, sekaligus mampu membawa budaya Indonesia terus bersinar di masa depan.***

sumber:disdikprov.jabar

Bagikan Berita Ini